Kamis, 08 November 2012

Sepanjang Jalan Rabu Santai Bareng Komunikasi (RSBK)

 Oleh : Aditiya Tri Mahfudi
(Penulis adalah mantan ketua HIMAKOM periode 2011-2012)



  Keberadaan Rabu Santai Bareng Komunikasi (RSBK) dapat ditelusuri dari masa kepengurusan HIMAKOM periode 2011-2012, lebih spesifiknya bermula dari komitmen divisi Bengkel Komunikasi (BENGKOM) salah satu sayap pergerakan HIMAKOM dalam mengapresiasi pasion bermusik dan berkesenian mahasiswa Komunikasi. Seiring pelaksanaannya RSBK bukan hanya menarik perhatian mahasiswa komunikasi, namun secara perlahan RSBK mulai menjadi sarana bermasturbasi hasrat bermusik anak-anak muda FISIP, Universitas Riau, bahkan kota Pekanbaru.

RSBK dicetuskan pertama kali saat melesetnya rencana perhelatan Malam Kesenian (MAKES) pada bulan oktober 2011. Masalah perizinan dari pihak kampus, anggaran, dan konsep yang kurang begitu di godok dengan apik mengakibatkan MAKES harus di extradisi dari program kerja dan mencari acara pengganti dengan konsep serupa tapi disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan panitia.

Bicara tentang RSBK tentu poros utama dari acara tadi adalah orang-orang yang tergabung dalam divisi BENGKOM. BENGKOM berkomitmen membangun tiga hal dasar untuk mendukung pengaplikasian ilmu komunikasi dalam tataran organisasi HIMAKOM : Komunitas, Media, dan Pergelaran acara.


Komunitas yang dibentuk berasal dari berbagai bidang keilmuan komunikasi, bukan hanya berasal dari pengurus melainkan seluruh mahasiswa komunikasi yang bersama-sama saling belajar memahami fotografi, film, desain grafis, dan sebagainya. Media sendiri digarap untuk menyebarkan informasi kegiatan HIMAKOM dan Ilmu Komunikasi. Diberi nama Sorotan Aksi Komunikasi UR (SAKU) terbit pertama kali pada 10 Januari 2012 bertepatan dengan  pelaksanaan perayaan ulang tahun HIMAKOM yang ke 9. Media yang dikemas berbentuk Buletin ini digadang-gadang sebagai program paling berhasil karena mendapat pujian dari seluruh mahasiswa dan dosen. Sementara itu, Pergelaran acara yang digarap oleh BENGKOM adalah Pameran Foto, Festival Film, dan tentunya RSBK.

Akhir November 2011 ketika RSBK pertama digelar, Pekanbaru sedang dilanda gairah bermusik yang sangat hebat. Begitu banyak band Indie dengan berbagai hasrat musik bermunculan ke permukaan. Walau didominasi dengan aliran pop mainstream, diam-diam band punk, hardcore, britpop, bahkan Hip-hop muncul larut di Pekanbaru. Keragaman hasrat musik ini yang memacu semangat kami dalam menggarap Pergelaran RSBK.

Rapat-rapat kecil mulai digelar sejak pertengahan oktober 2011. Satu kendala utama dalam pelaksanaan adalah pengadaan alat dan pengesetan tata suara agar tidak mengganggu kegiatan perkuliahan di FISIP. Beberapa solusi dibicarakan, untuk pengadaan alat, akhirnya kita mengandalkan alat milik fakultas (masih sangat mudah meminjam alat pada saat itu) seperti Sound sistem, mixer, gitar bas, dan michrophone. Selebihnya seperti gitar akustik, dan kahun kita sewa dari studio milik seorang teman. Sedangkan pengesetan tata suara kita sesuaikan untuk konsumsi gerai pendidikan saja. Mengingat konsep kita hanya live accoustic performance, pengaturan sound tidak terlalu sulit. Namun tetap saja ada komplain berdatangan walaupun sound sudah diseting relatif pelan.

Saat itu dalam penggarapan sebuah pergelaran RSBK, dana produksi biasanya dikumpulkan dari dana talangan anggota panitia. Namun tentu itu merupakan kendala yang besar. Mengingat anak-anak panitia bukanlah tipikal bocah-bocah kaya yang bisa dengan gampang menggelontorkan uang, jangankan untuk patungan acara, untuk seorang anak kost yang terlibat, biaya sehari-hari saja masih kelimpungan. Beruntung Pihak fakultas (hanya) memberikan konsumsi untuk panitia dan guest star. Sedangkan sponsor hanya memberikan kontribusi berupa barang bukan berupa Uang yang sebenarnya lebih kita butuhkan.

RSBK Pertama dilaksanakan pada 30 November 2012. Pada saat itu tema yang diangkat masih secara general yang intinya accoustic music performance, siapun yang ingin tampil kami berikan ruang dan kesempatan, semuanya gratis. Panitia berhasil mendatangkan bintang tamu lokal Pekanbaru seperti. Coki Air hostes for Vacation (AHFV) dan Just Cozy yang salah satu personilnya adalah dhwiky yang juga merupakan ketua pelaksana RSBK.

Malam sebelumnya kita menginap di Gerai, udara dingin dan nyamuk yang menyerang bukan jadi persoalan. Dekorasi dan pengaturan sound baru selesai sekitar pukul 2 dinihari. Teman-teman pengurus dan beberapa anggota dari MAPALA ikut meramaikan proses persiapan. Kita seolah menjadi pemilik FISIP malam itu.

Mendatangkan gueststar pada setiap edisi RSBK kita tidak pernah mengeluarkan Fee untuk band-band gueststar tadi. Bermodalkan kedekatan, para guest star hanya kita berikan makan siang dan rokok. Pengisi acara pada saat itu didominasi oleh mahasiswa FISIP dari berbagai jurusan. Guest star pertama Just cozy tampil tepat pada jam makan siang. Saking ramainya penonton gerai tidak mampu lagi menampung mahasiswa dan dosen yang berdatangan untuk makan siang. Acara diakhiri dengan penampilan Coki yang pada saat itu didampingi oleh boblink membawakan lagu dashboard confesional dan beberapa lagu milik AHFV, RSBK pada hari itu ditutup dengan dimainkannya nyanyian pagi, sebuah lagu baru milik AHFV yang pada beberapa hari sebelumnya mereka mengadakan gigs launching album baru mereka.

Setelah semua alat dibereskan, kami melakukan evaluasi sambil makan malam bersama menggunakan uang pemberian dari kak Geny seorang senior yang kami mintai sumbangan seikhlasnya. Sebuah jackpot yang kami dapatkan ditengah kondisi dompet kering seluruh panitia pada saat itu. Dari pembahasan keseluruhan acara akhirnya kita sepakat dan berkomitmen untuk menjadikan RSBK sebagai acara rutin bulanan.

RSBK II, 80’s & 90’s Music, 28 Desember 2011

Pada perhelatan RSBK yang kedua komitmen panitia pelaksana benar-benar dilaksanakan sesuai perencanaan. Tetap diketuai oleh Dhwiky dan dibantu oleh tim BENGKOM, RSBK II disepakati mengangkat tema special 80’s dan 90’s Music. Rapat kali ini dilakukan agak berbeda dengan biasanya, yang sebelumnya kita lebih bersifat sederhana dan asal jadi. Kali ini semuanya harus dibicarakan dengan sangat matang. seminggu sebelum acara bertempat di rooftop mall SKA kita berkumpul membahas  dengan serius konsep, sponsor, dan guestar yang akan kita undang.
Kembali kita andalkan relasi untuk mendukung seluruh pelaksanaan acara. Pembagian tugas pun kita sepakati pada malam itu juga. Rudi dan roy mengurus sponshorship, target sasaran kita ada perusahan minuman bersoda dan perusahaan lokal dalam bidang clothing. Akhirnya Kaos Dank! Sebuah clothing lokal bersedia memberikan kaos untuk panitia dengan syarat panitia menyediakan stand untuk tempat berjualan mereka. Sedangkan untuk Guest star penanggung jawab diserahkan pada Aldy, hiro, dan Vio. Kita dapatkan band C.D.R dan Solecism, lagi-lagi tanpa memperlukan Fee, mereka dengan sukacita bersedia tampil, lebih tepatnya mereka mungkin sudah mengerti kondisi kegiatan mahasiswa yang sangat minim dana. Dengan semangat mengapresiasi keberadaan scene indie di Pekanbaru, sebuah acara seperti RSBK juga bisa menjadi sebuah media publikasi band-band tadi.

Satu hari sebelumnya ada sebuah acara serupa yang dilaksanakan di Gerai, hanya saja mereka menggunakan sistem full band dan sedikit memodifikasi konsep RSBK sebulan sebelumnya. Beberapa panitia tidak terlalu mempermasalahkannya. Meskipun beberapa orang sempat berspekulasi adanya acara tadi bertujuan untuk menyaingi acara RSBK, dari waktu pelaksanaan saja mereka memilih hari selasa tepat sehari sebelum RSBK II akan dilaksanakan, namun semua hal tadi tidak menjadikan panitia ambil pusing memikirkannya. Pada pelaksanaannya acara yang berlangsung pada hari selasa ramai dihadiri penonton. Petikan gitar elektrik dan dentuman drum membuat acara semakin meriah. Segenap panitia RSBK pun sempat ikut menyaksikan dan ikut bermain. Sekitar jam 4 sore acara pun berakhir. Sound sistem dan peralatan yang kita perlukan pun kita komunikasikan agar distandbyekan di gerai. Selebihnya bisa mereka bereskan.

Dekorasi pun dimulai setelah melaksanakan sholat maghrib. Untuk penentuan posisi stage kita buat sama seperti RSBK pertama, penyusunan dan pengesetan lokasi diselsaikan lebih cepat dari sebelumnya. Jam 11 malam backdrop dan wall of fame sudah terpasang, alat sudah terpasang dan terset seluruhnya dengan baik. Sebagian  panitia menginap di gerai seperti biasa.

RSBK II dimulai sekitar pukul 9.30 pagi, saat itu yang menjadi MC adalah Hiro dan Ulie mahasiswa komunikasi angkatan 2010. Sesuai tema yang kita angkat seluruh penampilan hari itu serba klasik dan besuasanakan nostalgia. Ada beberapa momen yang menarik saat Taca mahasiswa HI membawakan lagu lawas dengan merdunya dan berhasil menimbulkan suasana rileks di gerai, hujan yang turun juga semakin menambahkan kesantaian saat itu. Kemudian Pak Belly Nasution salah satu dosen ilmu komunikasi bersedia menyumbangkan suaranya. Dan lagu dari iwan fals menjadi pilihannya, suasana gerai pecah saat lagu Bento dibawakan oleh beliau yang pada saat itu berduet dengan Oky Gaffa yang pada saat itu adalah ketua MAPALA SAKAI FISIP.

Akhirnya penampilan yang ditunggu pun tiba, Gues star pertama Solecism membawakan beberapa lagu miliknya sendiri ditambah beberapa lagu dari band Britpop asal inggris weezeer. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan C.D.R yang bisa dibilang menjadi primadona pada hari itu, lagu-lagu popular pada tahun 80 dan 90’an mereka bawakan dari the beattles, oasis, hingga band lokal sekelas powerslaves berhasil mengguncang gerai.!

RSBK III, Enjoy March, 14 Maret 2012

 Vakum cukup lama karena terpotong libur semester, RSBK kembali dihelat di bulan maret 2012. Tetap dengan tim yang sama. Dengan konsep yang sama kali ini kita special mendatangkan komunitas gubuk jazz dand band twelve majestic. Gubuk jazz merupakan sebuah komunitas yang memayungi scene musik jazz di pekanbaru, sedangkan twelve majestic merupakan sebuah band yang sangat terinfluence dengan band Angel and Airwaves.

Pada RSBK jilid 3 ini kendala sound menjadi masalah utama, pada waktu yang bersamaan di FISIP sedang ada kegiatan yang menggunakan sound yang biasa kita gunakan. Alhasil semua panitia harus memutar otak untuk mensiasatinya. Akhirnya kita manfaatkan sound sistem yang tidak digunakan ditambah dengan menyewa perlengkapan lain yang tidak bisa digunakan seperti Mikrofon, mixer, dan power supply. Dengan menyumbang satu sama lain alat pun didapat dan RSBK bisa kita laksanakan.
Pada saat acara berlangsung kendala kembali muncul dimana power supply yang ada tidak mampu menampung daya dari sound sistem yang digunakan, akhirnya sering sekali timbul letupan-letupan dari mikrofon yang sangat menggangu. Nampak sirat kekecewaan dari penonton saat masalah itu terjadi. Namun secara keseluruhan acara sangat ramai dan meriah karena diselingi oleh penampilan beat box dan permainan biola tunggal.

RSBK IV, Everything is MAYbe, 2 Mei 2012

Melenceng dari perencanaan, RSBK jilid IV yang direncanakan dilaksanakan bulan april baru bisa direlisasikan di awal mei. Kesibukan tim yang pada saat itu tugas lagi banyak-banyaknya akhirnya memaksa RSBK sedikit terbengkalai. Acara yang dilaksanakan hanya beberapa saat sebelum UAS   berhasil menghibur masyarakat FISIP ditengah riuhnya kesibukan kuliah.

Kali ini dengan pemandangan berbeda, dua sponsor besar mengisi dekorasi stage dengan stand banner yang diletakan di samping stage. Selain itu ditambah stand lukis wajah di areal teras gerai. Memang setiap edisinya selalu ada sesuatu yang baru.

Kali ini kita menghadirkan band  latte, sebuah band yang memiliki vokalis perempuan bersuara merdu dan beraliran pop. Selebihnya pengisi acara datang dari mahasiswa FISIP dan beberapa orang dari fakultas lain, kemudian ada satu band dari UIR, bahkan ada band SMA yang kita beri kesempatan untuk ikut perform di RSBK jilid IV.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar