Gedung sutan balia fisip UR di ributkan dengan suara-suara senapan yang ditembakkan. Itu bukan berasal dari bentrok mahasiswa atau hal anarkis lainnya, tapi merupakan cuplikan-cuplikan film sejarah G30S-PKI. Memperingati hari sejarah tersebut sabtu (1/10/11) lalu, himakom menggagas Nonton bareng film G30S-PKI. Disela acara juga ada penampilan dari teater dari Koper dan perkusi dari kipas.
Minggu, 27 November 2011
Instalasi KOPER
Dihadiri oleh ibi Nurjanah sebagai Pembina KOPER, Instalasi para anggota baru KOPER pada hari rabu (28/9) lalu berjalan dengan meriah. Ada yang jadi kuntilanak, bencong, orang gila, dukun, dan banyak lagi. Berkumpul di Pendopo FISIP dari pagi hari peserta instalasi sudah sibuk menghias diri dengan peran yang akan dimainkan.
Dimulai dengan pembacaan doa instalasi pun dimulai, bu Nurjanah didaulat untuk melepas peserta. Setelah puas berkeliling di FISIP peserta instalasi pun diarahkan menuju FKIP hingga akhirnya menuju halaman gedung rektorat sebagai finish line instalasi. Selama perjalanan terlihat respon yang berbeda dari setiap orang yang menyaksikan, dari tertawa saat melihat aksi banci yang terus menggoda semua orang, sampai ketakutan melihat kuntilanak di siang bolong.
Jumat, 18 November 2011
Nyonya Sakai Jawara Ladies futsal III
Ladies Futsal HIMAKOM akhirnya memasuki babak Final penentuan Jawara Ladies futsal ke III pada (29/9) lalu. Setelah terhenti sementara karena UAS dan memasuki bulan ramadhan, akhir semptember lalu laga pamungkas yang mempertemukan Nyonya Sakai (Mapala Sakai) dengan Gadaku (HIMAGARA) bisa dilaksanakan. Pertandingan dimulai dengan jabat tangan antar kedua tim, peluit babak pertama pun dibunyikan sorakan supporter menggema memenuhi stadion FISIP.
Di awal babak pertama Sakai mendominasi serangan, di komandoi oleh dara sakai, tim nyonya sakai akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke 3 melalui gol bunuh diri penjaga gawang GADAKU. Berawal dari bola liar hasil tendangan dara mengenai kaki penjaga gawang yang malah mengarah ke gawang sendiri. Tanpa tunggu lama GADAKU langsung membalas melalui tendangan spektakuler dari tengah lapangan. Sontak supporter Nyonya Sakai pun terdiam menyaksikan gol cepat tadi.
Di babak pertama Nyonya sakai berhasil menambah keunggulan melalui serangan cepat dari umpan pemain belakang indah sakai yang berhasil diselesaikan dengan baik oleh pemain bernomer punggung 9. Babak pertamapun berakhir dengan skor sementara 2-1 sakai memimpin. Di babak kedua Nyonya Sakai semakin diatas angin serangan silih berganti menerpa tim GADAKU. GADAKU bukannya tanpa perlawanan, serangan demi serangan juga dilancarkan hanya saja selalu berhasil dimentahkan kembali oleh Libero tim Nyonya Sakai Kurnia Indah. Sakai yang menerapkan formasi All Attack dan hanya meninggalkan indah di barisan belakang bisa menambah 3 gol ke gawang GADAKU.
3 gol tambahan sakai semuanya diawali dari servis bola mati, gol ke 3 diprakarsai oleh tendangan ke dalam yang dilakukan oleh Nyunyun, bola yang mengarah ke gawang menyentuh salah satu pemain sehingga skor berubah menjadi 3-1. Gol ke 4 dan ke 5 juga merupakan hasil sepakan bola mati yang berhasil dikonfersikan menjadi gol oleh para Nyonya-Nyonya SAKAI. Skor akhir 5-1 Sakai memenangkan pertandingan Grand Final Ladies FUTSAL HIMAKOM yang ke III.
Di laga lain perebutan juara III juga tidak kalah seru, dalam laga itu Sosiologi ditantang oleh Pariwisata, pertandingan antara kedua tim berjalan seimbang. Sosiologi berhasil membuat gol terlebih dahulu di babak pertama kemudian pariwisata membalas setelahkurang lebih 5 menit berselang. Di babak kedua Sosiologi berhasil menambah keunggulan melalui tandangan Heni memanfaatkan bola liar di depan gawang. Skor akhir 2-1 sosiologi memenangkan perebutan juara ke 3.
Penyerahan piala langsung dilaksanakan sore itu. Piala juara 3 diserahkan oleh ketua pelaksana fitri kepada tim sosiologi, piala juara kedua dierahkan oleh risky wakil gubernur BEM FISIP UR. Dan piala juara pertama langsung diserahkan oleh aditya sebagai ketua umum HIMAKOM.
Kamis, 17 November 2011
rumah sementara
Sekre merupakan wujud representasi rumah kedua para aktifis kampus. Bukan hanya sekedar tempat rapat kelembagaan atau tempat penyimpanan arsip organisasi saja. Banyak mahasiswa menjadikan sekre sebagai tempat berkumpul, berisirahat, atau hanya untuk sekedar menghabiskan waktu luang saat kuliah kosong.
Polemik pemindahan sekretariat bersama begitu panjang dan alot. Sebagian Gedung B yang sebelumnya digunakan untuk sekre kelembagaan akan dirubah menjadi kelas karena membludaknya mahasiswa FISIP, ditambah imbas terbakarnya gedung FISIP di gobah mengharuskan kuliah S2 juga dialihkan sepenuhnya di kampus panam. Alhasil gedung kelas yang tersedia tidak mampu menampung mahasiswa yang ada.
Beberapa kali dialog dan hearing antara dekanat dan mahasiswa dilakukan. pihak dekanat begitu gencar mengkondisikan mahasiswa agar segera berpindah ke sekre sementara yang sudah disediakan di bangunan bekas kantin belakang. Namun mahasiswa masih belum bersedia pindah karena banyak sekali pertimbangan yang diantaranya kekhawatiran pembangunan sekre pengganti yang dijanjikan akan bermasalah.
Pembangunan sekre baru diperkirakan akan rampung pada akhir desember, dan setelah gedung sudah selesai mahasiswa bisa langsung menempati sekre baru. seperti itu janji yang disampaikan pihak dekanat. Akhirnya setelah pembangunan mulai terlihat prosesnya, dan semua kelembagaan sepakat untuk percaya kepada dekanat akan komitmen yang dijanjikannya, pemindahan pun mulai dilaksanakan. Barang inventaris, arsip, dan semua hiasan sekre dibawa ke sekre sementara.
Bangunan sekre sementara terdiri dari 3 ruangan, satu ruangan untuk HMJ, satu untuk BEM, dan satu lagi untuk BLM. Ruangan untuk HMJ bisa dibilang sangat memprihatinkan. HMJ yang berjumlah 7 harus membagi ruangan yang luasnya tidak seberapa menjadi ruangan-ruangan kecil yang kurang lebih ukurannya hanya 1x1,5 meter saja.
Barang HIMAKOM yang hanya beberapa saja pun tidak muat untuk disimpan di sekre tadi. Nampak sirat-sirat kekecewaan dari semua kelembagaan FISIP, tapi ini merupakan kesepakatan bersama yang sebelumnya sudah melalui pembahasan begitu lama. Lagipula pemindahan hanya bersifat sementara sebelum menuju sekre yang baru dan mudah-mudahan lebih baik dari sekre yang sebelumnya.
Terlepas dari itu semua, pengaruh pemindahan sekretariat sebenarnya bukan jadi alasan untuk berhenti berkegiatan, rapat kita masih punya pendopo, arsip bisa kita amankan sementara di rumah. Urusan administrasi HIMA juga bisa kita cari solusi. Ketidak kondusifan sekretariat memang sedikit berpengaruh pada seluruh pengurus. setidaknya yang paling terasa tidak adanya tempat berkumpul lagi saat kuliah kosong. Hal tersebut otomatis mengurangi tingkat intensitas pertemuan dan koordinasi yang sebelumnya mudah sekarang cukup terasa perubahannya.
Mengalah satu langkah untuk maju 2 langkah mungkin kata yang tepat untuk kami saat ini, bersabar sementara untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Yang pasti kita sudah tanamkan di kepala kami bahwa pembangunan sekre akan selesai di akhir desember. Dan hak kami untuk menempati sekre baru setidaknya di awal tahun 2012 nanti. Semoga semuanya berjalan dengan lancar.
Langganan:
Komentar (Atom)
