Selasa, 19 Juli 2011

Sekretariat bersama disegel karena kotor?

Pesan singkat masuk ke ponsel saya pagihari tadi dari direktur HIMABISNIS "sekber kita disegel bup", agak ambigu memang pesannya, yang saya tangkap waktu itu hanya sekre HIMAKOM dan HIMABISNIS yang disegel. waktu saya tanya balik kenapa, dibalasnya lagi "kita rapat di sekre BLM sekarang", dari pesan singkat tadi rasanya emang serius banget masalahnya. saya pun sesegera mungkin langsung berangkat ke kampus.

setibanya di kampus rapat sudah dimulai, dan memang sekre sudah di segel menggunakan rantai dan gembok yang ekstra besar, tidak hanya sekretariat HMJ sekretariat BEM juga ikut disegel. saya pun bergabung dengan ketua kelembagaan lain yang satu sama lain bersemangat untuk membahas apa permasalahan sebenarnya.

tidak berlama-lama kita langsung menghadap PDIII untuk mengkonfirmasi apa alasan beliau menyegel rumah kami. dan dari keterangan yang didapat alasannya kita kurang merasa memiliki sekretariat tadi, dibahasnya tentang sampah di koridor, jaring laba-laba, dan ada kartu remi yang berserakan di sekitar koridor.

tidak berlebihan memang, saya pribadi mengakui kebenaran akan statemen tadi, tapi saat kami jelaskan kami sedang berada dalam masa transisi kepengurusan yang belum sepenuhnya terbentuk berimbas pada belum jelasnya pembagian tugas piket bersih-bersih. tapi pak PDIII tidak terima alasan seperti itu, dan memang bukan alasan yang kuat untuk  melalaikan kebersihan sekretariat yang hampir tiap hari kita sambangi.

tapi sayangnya beliau sempat mengungkit-ungkit permasalahan anak komunikasi yang sempat mendemo pihak dekanat karena alih fungsi gedung auditorium lalu, beliau menyatakan gedung B separuhnya dikorbankan untuk sekretariat kelembagaan, tapi gak dijaga, giliran kurang ruangan masih aja menuntut. secara gak langsung anak komunikasi udah kena black list gitu kan, tapi secara gak langsung kita juga udah nunjukin eksistensi kita sebagai mahasiswa yang punya hak buat menuntut dan mengingatkan pihak dekanat.

ambil positifnya saja, saling menghargai dan mengerti, laksanakan kewajiban yang diamanatkan jangan lupa penuhi hak orang-orang yang jadi tanggung jawab kita. kalau dua hal tadi berjalan dengan semestinya pasti bakal kondusif dan dinamika hubungan antar mahasiswa dan dekanat akan berjalan dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar